CIBINONG – Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha di pasar tradisional.

Rudy menyampaikan, program MBG merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan gizi generasi penerus bangsa. Melalui program tersebut, anak-anak mendapatkan akses makanan bergizi secara rutin untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Bukan hanya setahun sekali atau dua kali, tetapi setiap hari anak-anak kita mendapatkan makanan bergizi melalui program MBG," ungkap Rudy, di SDN Cileungsi 03, Selasa (20/10).

Ia menjelaskan, manfaat program MBG juga dirasakan oleh sektor ekonomi masyarakat. Kebutuhan bahan pangan untuk memenuhi pelaksanaan program tersebut membuka peluang penyerapan berbagai komoditas hasil pertanian, seperti bawang, selada, pisang, beras, dan kebutuhan pangan lainnya.

Menurutnya, meningkatnya kebutuhan komoditas pangan turut mendorong aktivitas perdagangan di pasar tradisional serta memberikan peluang pemasaran yang lebih luas bagi para petani lokal.

"Program ini tentu membutuhkan berbagai komoditas pertanian. Kita bisa melihat bagaimana perputaran uang di pasar-pasar tradisional dan bagaimana dampaknya terhadap pendapatan para petani," jelasnya.

Rudy menambahkan, ketika hasil pertanian memiliki pasar dan kepastian penyerapan, para petani akan mendapatkan manfaat ekonomi melalui peningkatan permintaan terhadap hasil panen mereka. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia menegaskan, Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan jumlah sekolah dan penerima manfaat MBG yang besar memiliki potensi untuk turut merasakan dampak positif program tersebut, baik dari sisi pemenuhan gizi anak maupun perputaran ekonomi daerah.

Di sisi lain, Rudy mengakui bahwa pelaksanaan program baru membutuhkan proses evaluasi dan penyempurnaan secara berkelanjutan. Ia mencontohkan pentingnya memperhatikan label batas waktu konsumsi makanan yang telah dicantumkan pada kemasan agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari penyelenggara program, sekolah, hingga masyarakat, untuk bersama-sama melakukan pengawasan serta memberikan masukan konstruktif demi meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG.

"Program sebagus apa pun tentu tidak akan bisa memuaskan dan membahagiakan semua pihak. Namun, jika kita mencintai bangsa ini, tentu setiap kekurangan harus menjadi bahan evaluasi bersama," tuturnya.

Rudy menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mendukung pelaksanaan program MBG sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Melalui program tersebut, diharapkan pemenuhan gizi generasi muda dapat berjalan beriringan dengan penguatan sektor pertanian, perdagangan, dan kesejahteraan masyarakat daerah.(TIM KOMUNIKASI PUBLIK / DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)