CIBINONG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mendorong seluruh kepala perangkat daerah untuk mempercepat realisasi program dan pembangunan, sekaligus memperkuat komunikasi publik kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ajat saat memimpin Apel Pagi di Lapangan Apel Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Senin (31/8/2026). 

Apel dihadiri para kepala perangkat daerah, direktur RSUD, direktur BUMD, serta jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Setda Kabupaten Bogor.

Ajat mengatakan, pemerintah daerah memiliki waktu sekitar empat bulan hingga akhir tahun untuk memastikan berbagai program dan kegiatan yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara optimal.

“Bapak, Ibu semua, perlu ekstra keras. Kita punya waktu empat bulan lagi, September, Oktober, November, Desember, sehingga kita perlu melakukan percepatan,” ujar Ajat.

Ia menekankan, percepatan terutama diperlukan pada program dengan anggaran besar yang memiliki dampak langsung terhadap realisasi pembangunan. Karena itu, kepala perangkat daerah diminta memastikan setiap tahapan administrasi dan pelaksanaan kegiatan tidak mengalami keterlambatan.

Menurutnya, Sekretariat Daerah memiliki peran strategis sebagai playmaker dalam memastikan sinkronisasi dan keselarasan program ant perangkat daerah berjalan dengan baik.

“Setda itu bagian daripada playmaker. Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan para kepala perangkat daerah. Yang penting ada sinkronisasi program dan keselarasan langkah yang dilakukan di setiap perangkat daerah,” jelasnya.

Selain percepatan pembangunan, Ajat juga mengingatkan pentingnya membangun rasa bangga sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta mengomunikasikan berbagai kinerja pemerintah kepada masyarakat.

Ia mengajak seluruh ASN untuk secara aktif membagikan informasi positif mengenai pekerjaan dan pelayanan yang telah dilakukan, termasuk melalui media sosial pribadi.

“Kita harus mencintai kita sebagai ASN. Kita harus bangga. Oleh karena itu, silakan informasikan apa yang Bapak, Ibu lakukan, baik dinas maupun pribadi. Itu tandanya kita bangga sebagai ASN dan bangga terhadap pekerjaan kita,” katanya.

Ajat menilai, komunikasi publik tidak harus selalu dilakukan melalui instruksi pimpinan maupun tim media sosial.

Menurutnya, seluruh ASN dapat mengambil peran secara langsung dengan menceritakan pekerjaan dan kontribusi masing-masing kepada masyarakat.

Ajat juga mengajak ASN untuk tidak hanya melihat berbagai persoalan sebagai beban, tetapi menjadikannya sebagai bagian dari target pekerjaan yang harus diselesaikan.

Ia berharap arahan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh seluruh kepala perangkat daerah melalui langkah konkret, baik dalam mempercepat pekerjaan maupun meningkatkan komunikasi publik. (Tim Komumikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor)