CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya membuka konektivitas baru di wilayah barat Kabupaten Bogor melalui pembangunan jalan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Jalan sepanjang kurang lebih 20 kilometer tersebut diproyeksikan menjadi poros baru yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak, Banten.

Rudy mengatakan, pembangunan akses tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat konektivitas antar wilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

“Kita masuk ke Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Di sana ada satu desa yang apabila jalannya terbangun akan menjadi sebuah poros jalan baru yang menghubungkan Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Lebak, Banten,” ujar Rudy.

Menurutnya, pembangunan jalan tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik. Terbukanya akses baru akan memberikan dampak terhadap berbagai sektor, terutama aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah yang dilalui.

“Kita membangun jalan baru sepanjang kurang lebih 20 kilometer untuk membuka sebuah akses. Membuka akses jalan bukan hanya membangun sebuah jalan. Ketika jalannya sudah dibangun, secara tidak langsung kita menghidupkan geliat ekonomi di wilayah sekitar,” katanya.

Rudy menilai, konektivitas yang semakin baik juga akan membuka peluang bagi peningkatan pelayanan dasar masyarakat. Wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan dan kesehatan diharapkan dapat berkembang seiring dengan terbukanya jaringan transportasi.

“Kalau sebelumnya infrastruktur pendidikan dan kesehatan tertinggal, dengan aksesibilitas yang terbuka lebih baik, perlahan-lahan wilayah tersebut akan terbangun,” jelasnya.

Pembangunan Jalan Malasari tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Bogor dalam memperkuat jaringan jalan sebagai urat nadi pembangunan. Rudy menegaskan, dengan luas wilayah Kabupaten Bogor yang terdiri dari 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan, pemerataan pembangunan membutuhkan konektivitas antar wilayah yang kuat.

“Urat nadi itu apa? Jaringan jalan. Konektivitas antar wilayah, sehingga ke depan pemerataan pembangunan dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Tak berhenti di Malasari, Pemkab Bogor juga melanjutkan pembangunan akses di kawasan Citalahab. Rudy menyebut masih terdapat sekitar 4 hingga 6 kilometer jalan yang perlu dilanjutkan hingga masuk ke wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Ke depan, Pemkab Bogor juga berharap konektivitas tersebut dapat dilanjutkan hingga Kabupaten Sukabumi. Kolaborasi antar pemerintah daerah dinilai penting untuk membuka akses yang lebih efisien bagi masyarakat wilayah barat.

“Nanti kalau sudah terkoneksi dengan Sukabumi, kita pun ingin berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, supaya masyarakat wilayah barat kalau ingin ke Pelabuhan Ratu tidak perlu melambung jauh. Cukup melalui Kecamatan Nanggung sampai dengan Pelabuhan Ratu,” tutur Rudy.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur di wilayah barat merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.

Dengan terbukanya poros Bogor-Sukabumi-Lebak, pemerintah berharap mobilitas masyarakat semakin mudah, distribusi barang semakin lancar, serta potensi ekonomi wilayah barat Kabupaten Bogor dapat berkembang lebih optimal.(TIM KOMUNIKASI PUBLIK / DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)