Cibungbulang– Memasuki hari kedelapan penanganan kebakaran Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Galuga, Senin (14/9/2026) dini hari, Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan penanganan terus menunjukkan perkembangan positif.
Dari luasan yang sempat mencapai 8,4 hektare, kini titik kebakaran tersisa sekitar 1,4 hektare di wilayah utara dan sekitar 1.000 meter persegi di wilayah timur.
Rudy Susmanto mengatakan, kebakaran pertama kali terjadi pada 7 September 2026 dengan luasan awal sekitar 5,5 hektare. Sehari kemudian, luasan api meningkat menjadi 8,4 hektare. Melalui berbagai intervensi dan penanganan secara berkelanjutan, luasan tersebut terus ditekan hingga kondisi terkini.
“Alhamdulillah hari ke-8, di wilayah utara masih tersisa 1,4 hektare, wilayah timur sekitar 1.000 meter persegi. Sedangkan di wilayah pengolahan sampah Kabupaten Bogor, khususnya wilayah selatan, Alhamdulillah sudah tuntas,” ujar Rudy saat memantau langsung kondisi TPA Galuga, Senin dini hari.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan. Petugas bekerja selama 24 jam secara bergantian untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak kembali meluas.
“Beberapa hari terakhir Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan Kota Bogor. Kita berjibaku memadamkan api 24 jam sehari. Ada Damkar, BPBD, PMI, Dinas Lingkungan Hidup, TNI-Polri dan seluruh unsur yang terlibat. Alhamdulillah hasilnya cukup signifikan,” katanya.
Ia menegaskan, penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memastikan tidak muncul kembali titik api di kawasan yang sebelumnya telah dinyatakan aman.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bogor mulai memperkuat sistem patroli di sekitar area TPA, termasuk kawasan yang sudah tidak terlihat titik api maupun asap.
“Tim patroli sudah kita persiapkan sejak kemarin. Salah satu fungsinya adalah memonitor kawasan yang sudah tidak ada titik api dan asap. Kalau ada potensi muncul api, langsung diinformasikan agar penanganan bisa segera dilakukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi geografis TPA Galuga yang memiliki area sangat luas menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Dengan luas kawasan lebih dari 40 hektare, sejumlah titik sulit dijangkau kendaraan dan petugas harus berjalan kaki dalam jarak cukup jauh. Bahkan, di beberapa lokasi hanya alat berat yang dapat masuk.
Untuk menjaga kondisi fisik petugas, pola kerja juga diatur secara bergiliran. Penanganan selama 24 jam dibagi menjadi tiga shift, sehingga setiap petugas bekerja sekitar tujuh hingga delapan jam per hari.
Selain itu, Pemkab Bogor juga memperkuat ketersediaan sumber air dengan membangun sejumlah embung sementara di dalam kawasan TPA. Air dialirkan dari sumber awal dengan jarak sekitar 1–2 kilometer menuju beberapa titik embung, kemudian dipompa menggunakan mesin alkon untuk mendukung proses pemadaman di area yang sulit dijangkau.
“Di tengah-tengah TPA Galuga kita membuat beberapa embung air. Dari satu titik ditarik ke embung berikutnya, kemudian dialirkan menggunakan mesin alkon. Ini untuk mendukung pemadaman, khususnya di titik yang paling ujung dan sulit diakses,” ungkap Rudy.
Rudy Susmanto berharap kerja keras seluruh tim gabungan dapat segera menuntaskan seluruh titik kebakaran. Ia juga memastikan pengawasan tetap dilakukan hingga kondisi benar-benar aman.
“Mudah-mudahan jerih payah rekan-rekan semuanya, tim gabungan malam hari ini, dan mudah-mudahan besok membawa hasil yang jauh lebih baik lagi. Kita berharap api segera tuntas padam seluruhnya,” imbuhnya.
(Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor)