Cileungsi— Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan memperkuat kesiapsiagaan penyelamatan arsip menghadapi risiko bencana.
Langkah tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Evakuasi Arsip Akibat Bencana yang digelar di Kecamatan Cileungsi, Rabu (26/8/26) dengan melibatkan para pengelola arsip dari perangkat desa se-Kecamatan Cileungsi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam melindungi arsip penting agar tetap aman dan dapat dimanfaatkan ketika terjadi kondisi darurat maupun bencana.
Kegiatan diikuti Sekretaris Kecamatan Cileungsi, Kasubag Umum dan Kepegawaian, serta para pengelola arsip dari perangkat desa se-Kecamatan Cileungsi.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai langkah-langkah penyelamatan arsip ketika terjadi bencana, mulai dari menentukan arsip yang menjadi prioritas, teknik evakuasi, hingga upaya menjaga kondisi dan informasi yang terkandung di dalam arsip.
Kepala Bidang Pengelolaan, Sistem Informasi dan Kearsipan (PSIK) Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Deffi Ariyani, mengatakan kesiapsiagaan penyelamatan arsip perlu menjadi bagian dari mitigasi bencana di setiap perangkat daerah maupun pemerintahan desa.
“Arsip bukan hanya sekadar dokumen, tetapi merupakan rekam jejak dan sumber informasi yang sangat penting bagi keberlangsungan pemerintahan. Ketika terjadi bencana, kita harus tahu arsip mana yang menjadi prioritas untuk diselamatkan dan bagaimana cara mengevakuasinya dengan tepat,” ujar Deffi.
Menurutnya, penanganan arsip pascabencana tidak dapat dilakukan secara spontan. Diperlukan pemahaman, prosedur, serta kesiapan sumber daya agar arsip yang memiliki nilai penting dapat segera diamankan dan informasi di dalamnya tetap dapat dimanfaatkan.
“Yang kita bangun melalui sosialisasi ini bukan hanya pengetahuan teknis, tetapi juga budaya kesiapsiagaan. Harapannya, setiap pengelola arsip sudah memiliki langkah yang jelas ketika menghadapi kondisi darurat,” jelasnya.
Deffi menambahkan, perlindungan terhadap arsip juga berkaitan erat dengan keberlanjutan pelayanan publik. Arsip yang terselamatkan akan membantu pemerintah memastikan informasi dan dokumen yang dibutuhkan masyarakat tetap tersedia meskipun terjadi gangguan akibat bencana.
“Ketika arsip terlindungi, informasi pemerintahan juga tetap terjaga. Ini penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan dan tidak terhambat hanya karena dokumen atau informasi penting rusak maupun hilang akibat bencana,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor mendorong seluruh perangkat daerah dan pemerintah desa untuk semakin memperhatikan aspek perlindungan arsip dalam setiap upaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Penyelamatan arsip menjadi bagian penting dalam menjaga memori pemerintahan, menjamin keberlanjutan informasi, serta memastikan rekam jejak pembangunan Kabupaten Bogor tetap terpelihara untuk generasi mendatang. (Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor)