CIBINONG – Upaya pemadaman kebakaran lahan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga terus dilakukan secara terpadu. Selain pemadaman dari darat, TNI Angkatan Udara turut mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing guna mempercepat proses pemadaman titik-titik api.
Danlanud Atang Sendjaja Marsma TNI A. F. Picaulima mengatakan, dukungan pemadaman udara tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima koordinasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor pada malam sebelumnya.
“Tadi malam kami sudah dihubungi oleh pihak Kabupaten Bogor untuk ikut membantu penyelesaian permasalahan kebakaran di lahan sekitar Galuga ini,” ujar Danlanud ATS.
Setelah menerima koordinasi tersebut, Danlanud ATS langsung melakukan koordinasi untuk menyiapkan pelaksanaan pemadaman dari udara, dan segera melaksanakan pemadaman.
Dalam pelaksanaannya, hingga saat ini helikopter telah melakukan enam sorti water bombing. Setiap satu kali penyiraman menggunakan Bambi Bucket berkapasitas sekitar 2.950 liter air.
“Jadi dalam satu kali penyiraman hampir 3 ton air dicurahkan ke lokasi,” jelasnya.
Menurutnya, penggunaan water bombing dinilai efektif untuk menjangkau titik-titik api dari udara, terutama pada area kebakaran yang sulit ditangani secara langsung melalui jalur darat.
“Tentu saja, kalau bisa dibayangkan, sebesar hampir 3 ton air langsung dicurahkan dari langit ke titik sasaran, tentu sangat efektif,” ungkapnya.
Ia mengatakan, efektivitas tersebut juga terlihat dari kondisi api yang secara bertahap mulai mengecil setelah dilakukan penyiraman dari udara.
“Seperti yang bisa dilihat, api perlahan-lahan semakin mengecil. Saya yakin, dengan kerja sama antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Kota Bogor, kita dapat menyelesaikan penanganan kebakaran ini. Mudah-mudahan hari ini harapan kita bisa berhasil,” katanya.
Danlanud ATS menambahkan, metode water bombing juga merupakan salah satu strategi yang digunakan TNI dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.
“Hal yang sama hari ini juga kami laksanakan di beberapa titik di luar Pulau Jawa, seperti penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Semuanya menggunakan sistem yang sama,” pungkasnya.(TIM KOMUNIKASI PUBLIK / DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)