CIBINONG – Car Free Day (CFD) Tegar Beriman yang diinisiasi Bupati Bogor Rudy Susmanto semakin menunjukkan manfaatnya sebagai ruang publik yang tidak hanya mendorong masyarakat hidup sehat, tetapi juga menggerakkan perekonomian warga.
Pada pelaksanaan Minggu, 20 September 2026, omzet pedagang kaki lima (PKL) tercatat mencapai Rp149.941.500.
Data tersebut berdasarkan pendataan yang dilakukan Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Kabupaten Bogor bersama sejumlah perangkat daerah terkait. Dari total omzet tersebut, sektor kuliner menjadi penggerak utama dengan perputaran mencapai Rp140.717.500, sedangkan sektor nonkuliner mencatat Rp9.324.000.
Jika dilihat dari komposisinya, sektor kuliner menyumbang sekitar 93,8 persen dari keseluruhan omzet PKL pada pelaksanaan CFD 20 September. Sementara rata-rata omzet yang diperoleh setiap pedagang mencapai sekitar Rp672.383.
Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat di CFD Tegar Beriman turut menciptakan ruang transaksi yang nyata bagi pelaku usaha. Masyarakat datang untuk berolahraga dan berekreasi, sementara di saat yang sama pedagang mendapatkan kesempatan meningkatkan pendapatan melalui aktivitas jual beli.
Keberadaan CFD diinisiasi dengan arah tujuan untuk memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, CFD Tegar Beriman tidak hanya dipandang sebagai ruang olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat.
CFD bukan hanya tempat masyarakat berolahraga. Di sini ada UMKM, ada pedagang, ada transaksi dan ada perputaran ekonomi masyarakat. Artinya, ruang publik yang dibangun harus memberikan manfaat yang nyata
Menurut Rudy, aktivitas ekonomi yang tumbuh di kawasan CFD menjadi bukti bahwa ruang publik dapat memiliki fungsi yang lebih luas.
Ketika masyarakat berkumpul, berolahraga dan beraktivitas, maka terbuka pula peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan pasar.
Harapannya, masyarakat sehat, UMKM bergerak, pedagang mendapatkan penghasilan, dan ekonomi lokal ikut tumbuh. Ini yang ingin terus bangun melalui CFD Tegar Beriman.
Pendataan dilakukan secara kolaboratif oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dengan dukungan pendataan dan pengolahan statistik oleh Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Kabupaten Bogor.
Dengan demikian, CFD Tegar Beriman bukan hanya membuat warga bergerak. Di dalamnya ada roda ekonomi masyarakat yang ikut bergerak. (Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor)