CIBINONG – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menargetkan persoalan sekolah dan jalan rusak di Kabupaten Bogor dapat dituntaskan pada 2027–2028. Target tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
 
Rudy Susmanto mengatakan, pembangunan Kabupaten Bogor masih menghadapi berbagai tantangan. Dengan wilayah yang luas serta jumlah penduduk yang mencapai 6,1 juta jiwa, pemerintah perlu melakukan pembangunan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah.
 
“Tidak ada waktu lagi. Momentum kita membangun tinggal 2027, 2028. 2028 sudah masuk masa jelang tahun politik 2029. Kami ingin sekolah yang rusak tuntas 2027–2028, jalan-jalan rusak tuntas 2027–2028,” ujar Rudy Susmanto.
 
Menurutnya, pembangunan tidak hanya diarahkan pada wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh wilayah barat, timur, utara, dan selatan Kabupaten Bogor. Konektivitas antar wilayah menjadi salah satu perhatian utama karena infrastruktur jalan dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pemerataan pembangunan.
 
Rudy mengibaratkan jaringan jalan sebagai urat nadi dalam tubuh. Karena itu, pembangunan dan perbaikan jalan menjadi salah satu langkah awal untuk membuka akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan, termasuk pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.
 
“Kalau mau membangun wilayah, yang dibangun pertama apa? Ibarat sebuah tubuh, urat nadinya bangunlah dulu. Urat nadi itu apa? Jaringan jalan. Konektivitas antar wilayah, sehingga ke depan pemerataan pembangunan akan dirasakan dampaknya langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
 
Rudy menyebut, sepanjang 2025 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyelesaikan pembangunan sekitar 516 kilometer jalan, baik jalan kabupaten maupun jalan desa. Namun, ia mengakui capaian tersebut belum menyelesaikan seluruh persoalan infrastruktur di Kabupaten Bogor.
 
“Hal itu pun kita belum bisa membahagiakan semua pihak. Penduduk kita jumlah cukup banyak, wilayah kita sangat luas,” katanya.
 
Selain pembangunan jalan, pemerintah juga terus mendorong pemerataan infrastruktur pendidikan. Rudy mengatakan, perbaikan sekolah menjadi salah satu prioritas karena masih terdapat fasilitas pendidikan yang membutuhkan penanganan.
 
Melalui program “Kami Mendengar”, pemerintah turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melihat kondisi infrastruktur sekaligus mendengar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
 
“Kita melihat secara langsung persoalan yang ada di sekolahnya apa, infrastruktur yang belum memadainya apa,” ungkapnya.
 
Rudy menegaskan, target penuntasan pembangunan tersebut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Kolaborasi dengan DPRD, pemerintah pusat, pihak swasta, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan Kabupaten Bogor.
 
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut membangun daerah sesuai dengan peran masing-masing.
 
“Kunci kalau ingin keberhasilan ini tercapai, kuncinya hanya satu: ayo bareng-bareng bangun Bogor,” tegasnya.
 
Rudy menambahkan, selain menuntaskan persoalan jalan dan sekolah, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus berupaya menurunkan angka kemiskinan, mempercepat pelayanan perizinan, serta memberikan dukungan kepada pelaku UMKM.
 
“Bogor harus berubah, Bogornya harus maju. Kami ingin sekolah yang rusak tuntas 2027–2028, jalan-jalan rusak tuntas 2027–2028, rata-rata lama sekolah bisa kita kejar, angka kemiskinan bisa kita turunkan, perizinan-perizinan harus berjalan dengan cepat, khususnya perizinan-perizinan pendirian usaha,” pungkasnya.(TIM KOMUNIKASI PUBLIK / DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)