CIBUNGBULANG – Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, terus dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan. Meski kondisi di lapangan saat ini terpantau aman dan terkendali, personel Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih bersiaga selama 24 jam untuk memastikan kondisi tetap aman dan mengantisipasi munculnya kembali titik panas.
Komandan Sektor (Dansek) Pemadam Kebakaran Sektor Citeureup, Hendi, mengatakan petugas gabungan masih melakukan pemantauan di kawasan TPA Galuga sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kembali titik panas.
“Secara kasat mata, untuk update hari ini situasi aman terkendali. Dengan kondisi area yang sudah basah atau lembab, kemungkinan untuk terbakar lagi sudah sangat kecil. Tapi memang faktor alam terkadang berbeda. Kita semua berdoa agar situasi tetap kondusif,” ujar Hendi.
Menurutnya, pemantauan di kawasan TPA Galuga juga masih dilakukan menggunakan drone termal untuk mendeteksi keberadaan titik panas yang mungkin masih tersisa di sejumlah area.
“Pemantauan menggunakan drone termal masih dilakukan. Jadi, kita tetap memantau untuk mengetahui apakah masih ada titik panas dan kemungkinan panas berada di mana,” jelasnya.
Hendi mengungkapkan, personel Damkar telah berada di lokasi sejak awal kejadian kebakaran pada 7 September. Hingga saat ini, petugas bersama unsur terkait masih menjalankan penjagaan dan pemantauan di kawasan TPA Galuga.
“Kalau untuk Damkar sendiri, kami sudah bertugas dari hari pertama, mulai tanggal 7 September sampai saat ini,” katanya.
Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab petugas dalam memastikan kondisi di TPA Galuga tetap aman. Para personel juga harus meninggalkan keluarga untuk menjalankan tugas selama 24 jam di lokasi.
“Sebagai seorang pemadam, dengan risiko dan tanggung jawab yang dihadapi serta tugas yang harus dilaksanakan, tentunya kalau disertai dengan keikhlasan, kita rasanya enjoy saja. Karena memang kita sudah terbiasa. Inilah tugas dan kewajiban kami untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Hendi juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap para petugas yang masih bertugas di lapangan. Kebutuhan sehari-hari para personil selama menjalankan tugas di kawasan TPA Galuga disebut telah disiapkan.
“Alhamdulillah, sampai saat ini semuanya baik. Untuk kebutuhan sehari-hari kita di sini, disiapkan,” ujarnya.
Ia berharap kondisi TPA Galuga dan wilayah Kabupaten Bogor secara umum terus kondusif. Para petugas gabungan akan tetap menjalankan tugas pemantauan dan kesiapsiagaan hingga masa darurat berakhir pada 29 September.
“Harapannya segala sesuatunya lebih baik lagi dan selalu kondusif untuk Bogor Istimewa. Kami selalu ada di depan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Kabupaten Bogor, demi terciptanya Bogor yang aman dan kondusif,” tandasnya.(TIM KOMUNIKASI PUBLIK / DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)